Musyawarah Warga Untuk Pengelolaan Sampah

Senin malam selasa, 15 Oktober

Musyawarah Warga Desa Limbangan dalam Upaya Penangan dan Pengelolaan Sampah

2018 di poskampling RT 01 RW 05 Desa Limbangan berlangsung sebuah diskusi warga yang sangat bermanfaat untuk lingkungan. Diskusi yang diikuti oleh 9 orang tersebut membahas tentang tantangan, hambatan dan solusi dalam mengelola sampah di desa Limbangan. Seperti telah disampaikan oleh peserta diskusi bahwa ternyata mengelola sampah tidak sesederhana seperti dalam buku-buku panduan pengelolaan sampah. Terbukti didesa Limbangan telah sejak tahun 2007 hingga saat ini terus melakukan proses-proses pengelolaan sampah dari model yang paling sederhana hingga proses yang dianggap rumit. Namun yang perlu diapresiasi bahwa Desa Limbangan sampai saat ini terus melakukan proses tersebut, meski sumberdaya manusia pengelolanya berkali-kali mengalami pergantian.
Dalam diskusi tersebut, tersampaikan beberapa persoalan pengelolaan sampah mulai dari rumitnya membangun kesadaran masyarakat, silih bergantinya pengelola hingga faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya semangat pengelola maupun warga dalam mengelola sampah. Tahun 2007 hingga 2009 misalnya, pengelolaan sampah dengan model kumpul angkut dan buang harus mandeg karena kost yang harus dikeluarkan pengelola dengan pemasukan yang didapat dari pengguna layanan persampahan selalu mengalami kerugian. Hal tersebut karena ternyata semakin banyak peserta yang ikut dalam program kumpul angkut buang semakin banyak semakin meningkat pula volume sampah yang harus diangkut, sementara pemasukan operasional yang didapat tidak seimbang dengan cost yang harus dikeluarkan untuk menyangkut sampah. Akhirnya selama 1 tahun pengelolaan sampah berhenti. Tahun 2010 pengelolaan sampah kembali digiatkan dengan model kelola sampah mandiri, dengan model sampah organik dikelola sendiri-sendiri oleh warga dan sampah anorganik dibawa ke bank sampah dan menjadi tabungan. Tetapi dengan cara ini juga mandeg, hal ini karena ternyata uang tabungan setelah dibagikan belum sesuai dengan harapan meski pengelolanya dilakukan secara terbuka. Warga masih berhitung untung rugi dari sisi jumlah uang yang didapat dengan kerepotan yang dilakukan, dan masih banyak lagi persoalan-persoalan terkait pengelolaan sampah.
Dan pada malam hari ini diharapkan dari beberapa eksplorasi persoalan tersebut akan menemukan model yang pas, yang mudah diterapkan dan berkelanjutan.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan