Tradisi Sadranan di Di Dusun Brujulan

Jum’at pon, tertanggal 1 maulid 1440 H atau 9 November 2018 M, warga dusun brujulan desa Limbangan berduyun melangkah dari rumah menuju makam dusun. Biasanya jika dari rumah berangkat ke makam, alat yang dibawa adalah alat bersih kubur seperti sapu gerang, cangkul dan sabit. Sedangkan alat yang lain adalah buku Yasin dan tahlil untuk membacakan do’a leluhur mereka. Namun hari ini lain dari hari Jum’at biasanya. Hari ini merupakan hari Jum’at pon dibulan maulid, dimana pada hari tersebut sudah menjadi tradisi rutin warga untuk melakukan do’a dan bersih kubur secara serentak. Pada hari tersebut mereka datang ke makam dengan membawa beberapa bekal yang tidak tanggung-tanggung. Tidak hanya bekal, mereka yang datangpun tidak hanya satu orang dalam satu keluarga. Dan bahkan banyak warga yang ada di perantauan ataupun warga pribumi yang tinggal dan telah menjadi warga lain pada hari tersebut datang untuk mengikuti upacara tradisi.

Tradisi ini disebut dengan tradisi nyadran. Sebuah tradisi yang dilakukan 2 kali dalam satu tahun  yaitu pada hari Jum’at pon dibulan maulid dan bulan ruwah atau sebelum puasa. Sebelum dilakukan upacara Sadranan, kegiatan diawali dengan bersih kubur secara serentak, dan yang khusus adalah pembersihan keluarga dimana setiap keluarga akan membersihkan ahlinya yang telah meninggal. Setelah pembersihan dirasa cukup kemudian mereka berkumpul bersama dan berdo’a agar diberi keselamatan dunia dan  akhirat, terlebih bagi keluarga yang telah mendahului diberi ampunan atas segala dosa dan diterima segala amal kebaikannya.

Acara yang terakhir adalah berbagi bekal, baik yang berupa makanan atau minuman untuk kemudian dimakan bersama-sama dilokasi yang memang sudah dikhususkan untuk upacara tradisi Sadranan. Tradisi tersebut sampai ini masih tetap terjaga, meskipun teknologi sudah begitu maju dan kesibukan orang sudah  begitu tinggi. Karena dengan tradisi ini orang menjadi punya kesempatan atau bahkan menyempatkan diri untuk membersihkan dan mendoakan leluhur mereka ditengah riuh dan sibuknya kegiatan untuk mencari kebutuhan kehidupan.
( Ditulis Oleh Arifin )

Upacara sadranan
Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan