Pertemuan Kader Posyandu di Dusun Banyuwindu

Rapat kader posyandu sebagai desa limbangan

Posyandu merupakan pusat kesehatan bersumberdaya masyarakat, yang paling memasyarakat sekarang ini, dengan 5 program pokoknya, meliputi kesehatan ibu dan anak, Keluarga Berencana, perbaikan gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. Posyandu memiliki peran yang strategis sebagai pelayanan kesehatan dasar di masyarakat. Posyandu yang berasal dari, oleh dan untuk masyarakat, memang dibentuk sebagai upaya penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Dengan memberdayakan masyarakat setempat, posyandu diharapkan menjadi ujung tombak dalam pemantauan kesehatan ibu, bayi dan balita.

Selain itu, posyandu juga berperan sebagai tempat alih informasi serta pembinaan ketrampilan, terutama yang berkaitan dengan kualitas kesehatan. Untuk itulah, peran aktif kader posyandu sangat diperlukan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dengan menggerakkan dan memberdayakan keluarga, serta berperan aktif memberikan penyuluhan untuk menunjang keberhasilan program-program posyandu

Pada hari Sabtu, 10 November 2018 kemarin kepala desa Limbangan ibu Munjiyah bersama perangkat yang lain mengadakan koordinasi dengan para kader posyandu sedesa Limbangan di rumah Kepala dusun Banyuwindu. Dalam Pertemuan tersebut membahas Pola Hidup Bersih dan Sehat dengan titik tekan penekanan pembahasannya pada lingkungan yang bebas dari buang air besar sembarangan atau ODF.

Open Defecation Free (ODF) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini. Sedangkan PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.

Diikuti oleh 27 kader posyandu

Dusun Banyuwindu merupakan dusun yang jaraknya cukup jauh dari pusat kota desa Limbangan. Jarak antara dusun Banyuwindu dengan pusat layanan kesehatan dan pemerintahan desa Limbangan sepanjang 2 km dengan kondisi jalan makadam yang sudah mulai rusak. Keberadaannya yang tepat dipinggir hutan gunung Ungaran dan dikelilingi oleh hutan rakyat ini sangat mempengaruhi perilaku kehidupan masyarakat, khususnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan.

Berangkat dari hal tersebut kepala desa Limbangan menitik beratkan program PHBS dan ODF di dusun Banyuwindu. Pertemuan yang dihadiri oleh 27 kader posyandu ini membahas dan melakukan perencanaan strategis satu tahun kedepan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Banyuwindu. Selain itu dalam waktu dekat, melalui dana desa, kepala desa juga akan mengarahkan pembangunan infrastruktur jalan guna peningkatan akses warga terhadap pendidikan, kesehatan serta meningkatkan akses ekonomi.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan