LIMBANGAN TERIMA PENGHARGAAN DI HARI PUSPA DAN SATWA

Kepala Desa Limbangan Dalam Penerimaman sertifikat Penghargaan

Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional dimulai pertama kali pada tahun 1993. Keputusan tersebut dilandasi Kepres Nomor 4 tahun 1993 dan ditandatangani langsung oleh Presiden RI kedua, Soeharto. Peringatan ini ditujukan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional serta untuk menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan kita.

Di Jawa Tengah, Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa dilakukan pada hari Kamis 15 November 2018 di Halaman Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Kegiatan diawali dengan gerakan pungut sampah dengan durasi 37 menit di Pasar Grabag dengan melibatkan 800 orang dan berhasil mengumpulkan sampah plastik 454 kg dan sampah organik 474 kg. Dalam acara tersebut dilaksanakan beberapa kegiatan diantaranya lomba melukis, lomba mutu kopi lokal Jawa Tengah, pameran puspa, satwa dan gerakan pungut sampah bersama. Pada puncak acara , Kamis (15/10) juga dilaksanakan Pencanangan Perlindungan Sumber Daya Genetik (SDG) Jawa Tengah oleh Gubernur yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Jawa Tengah, Priyo Anggoro Budi Raharjo, SH. M.Si.

Dalam kegiatan ini, Priyo Anggoro Budi Raharjo, SH. M.Si mewakili Gubernur Jawa Tengah juga memberikan penghargaan dan penganugeraan daerah-daerah yang mampu menerapkan kegiatan untuk meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim dan berkontribusi terhadap pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di tingkat tapak atau yang disebut dengan Program Kampung Iklim (PRoKLIM). Desa Limbangan, Kecamatan Limbangan, Kendal adalah satu diantara penerima penganugerahan tersebut. Penghahrgaan diterima langsung oleh Kepala Desa Limbangan, Munjiyah.

Setelah menerima penghargaan, Kepala Desa mengatakan bahwa ini menjadi spirit dan semangat kami bersama seluruh jajaran Pemerintah Desa Limbangan. Pada hakekatnya apa yang mau kita urus dan apa yang diurus oleh pemerintah tidak lain adalah hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan sesama manusia.

Sertifikat Penghargaan Kategori Program Kampung Ikilm Utama

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah Sugeng Riyanto yang juga juga hadir dalam kegiatan tersebut mengingatkan tentang pentingnya gerakan cinta puspa dan satwa untuk terus digelorakan demi mengantisipasi terputusnya sumber daya genetik dalam mata rantai kehidupan. Ia juga mengatakan, Pada Festival Flora dan Fauna Tahun 2018 ternyata pisang raja bulu yang dihasilkan Kabupaten Kendal menduduki juara III nasional sebagai sumber daya genetis. “Hal ini bagian prestasi kita dalam rangka menyelamatkan keragaman hayati kita.” katanya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan