Peran Karang Taruna Sinar Jaya Dalam Perencanaan Pembangunan Desa Limbangan

Peran karang taruna sinar jaya dalam proses perencanaan pembangunan desa limbangan

Sampai saat ini, meskipun UU Desa telah lahir dan memberi ruang yang cukup luas kepada desa dan masyarakat desa untuk menentukan arah pembangunan sesuai dengan keinginannya, namun masyarakat belum dapat menangkap hal ini sebagai bagian yang dapat mendorong perubahan yang lebih baik. Padahal jika kita lihat lebih dalam pada  visi UU desa, proses pembangunan desa menuntut kesadaran masyarakat desa untuk berperan aktif dalam seluruh tahapan pembangunan, tak terkecuali pemudanya.

Sebagai manusia yang masih memiliki idealisme dan kecakapan dalam menentukan semangat pembangunan, pemuda haruslah berada di garda depan sebagai motor penggerak guna menjawab tantangan yang bakal dihadapi desa ke depan. Pemuda harus menjadi solusi ketika di hadapkan dengan sebuah tantangan menyambut sebuah perubahan. Peran aktif pemuda selalu diharapkan tak terkecuali dalam proses pambungan di desa.

Sebagaimana telah di atur dalam UU Desa No 6 tahun 2014 pasal 83, masyarakat maupun pemuda tidak perlu takut mendapatkan intervensi dari manapun untuk mencari atau meminta informasi terkait dengan pendanaan dan perecanaan pembangunan desa. Partisipasi pemuda dalam segala proses pembangunan desa sangat diperlukan, karena pemuda masih memiliki semangat dan idealisme yang sangat tinggi dalam melakukan aktivitasnya.

Seperti yang telah dilakukan oleh karang taruna “Sinar Jaya” desa Limbangan. Siklus pembangunan desa desa pada awal tahun adalah penggalian gagasan dan usulan atas kebutuhan warga desa melalui musyawarah dusun (musdus). Dalam kegiatan ini karang taruna sinar jaya cukup aktif berpartisipasi. Pada hari Minggu malam senin, 06 Januari 2019 karang taruna juga hadir dalam musdus RW 3 yang kegiatannya berlangsung Dirumah ketua RW. Peran aktif karang taruna sinar jaya sangat berpengaruh terhadap proses diskusi. Hadirnya karang taruna juga menambah kekayaan gagasan dalam menentukan arah pembangunan desa.

Perang karang taruna sinar jaya dalam proses perencanaan pembangunan di desa limbamgan

Tugas dan fungsi Karang Taruna

Jika kita lihat dalam Permendagri No. 5 tahun 2007 tentang Pedoman Penataan lembaga kemasyarakatan khususnya pada pasal 16, karang taruna mempunyai tugas menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi muda, baik yang bersifat preventif, rehabilitatif, maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya.”

Sedangkan fungsi Karang taruna tertuang pada pasal 17 Permendagri no. 5 tahun 2007 yaitu :

  1. penyelenggara usaha kesejahteraan sosial;
  2. penyelenggara pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat;
  3. Penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda di lingkunganya secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkkesinambungan;
  4. penyelenggara kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di lingkungannya;
  5. Penanaman pengertian, memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial generasi muda
  6. penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan, kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  7. pemupukan kreatifitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab sosial yang bersifat rekreatif, edukatif, ekonomis produktif dan kegiatan sosial lainnya dengan mendayagunakan segala sumber daya dan potensi kesejahteraan sosial di lingkungannya secara swadaya;
  8. penyelenggara rujukan, pendampingan dan advokasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial;
  9. penguatan sistem jaringan komunikasi, kerjasama, informasi dan kemitraan dengan sektor lainnya;
    j) penyelenggara usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial yang aktual
  10. Pengembangan kreatifitas remaja, pencegahan kenakalan, penyalahgunaan obat terlarang (narkoba) bagi remaja; dan
  11. Penanggulangan maslah-masalah sosial, baik secara preventif, rehabilitative dalam rangka pencegahan kenakalan remaja, penyalahgunaan obat terlarang (narkoba) bagi remaja.

Nah, jika kita lihat dari peraturan diatas sangatlah kuat jika pemuda terus didorong untuk terlibat dan berpartisipasi dalam setiap tahapan pembangunan desa.

Saran dan masukan sangat kami harapkan

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan