Melihat Semangat Warga Dalam Sambut Hari Kemerdekaan

Malam tasyakuran warga RW 03

Semalam, tepatnya pada hari Jum’at malam Sabtu 16 Agustus 2019 atau bisa juga disebut dengan malam tujuh belasan kami bersama kawan-kawan menyengaja tidak hadir pada acara malam tasyakuran dikampung kami yang sudah menjadi tradisi warga setiap tahunnya, baik tempat waktu dan acaranya. Akan tetapi bukan berarti kami duduk untuk sekedar ngopi atau nonton televisi. Kami berempat keliling desa Limbangan dari satu kampung ke kampung lain, bahkan dari satu RT ke RT yang lain. Dari jalan-jalan tersebut kami menjadi sangat terharu dan bangga pada warga Desa kami yang begitu hormat dan semangat terhadap moment malam tujuh belasan. Sebuah momen dimana 74 tahun yang lalu para pejuang bangsa ini mepertaruhkan segalanya agar terbebas dari cengkeraman penjajah menuju bangsa yang mandiri dan merdeka. Lantunan tahlil menggema mendoakan para pejuang bangsa dan memohon agar bangsa ini menjadi bangsa yang dirahmati Allah SWT, bangsa yang baldatun toyyibatun Warobbun Ghofur. Lagu kebangsaan Indonesia raya dinyanyikan secara bersama dengan penuh hikmat dan semangat oleh siapapun yang datang tanpa kecuali. Sementara lampu warna warni dan dekorasi sekitar kegiatan menghiasi suasana menambah semaraknya kegiatan.

Semua berdiri untuk menyanyikan Indonesia raya di RT 01 RW 05

Tidak ada yang tahu sejak kapan tradisi malam tujuh belasan ini dimulai, yang mereka tahu sejak republik ini berdiri dan merdeka. Semua kampung di desa Limbangan baik itu setingkat RT ataupun RW mengadakan malam tasyakuran menyambut datangnya hari kemerdekaan. Di RW 03 kegiatan ini diadakan secara bersama di halaman TPQ Baiturrahim Limbangan, hadir juga dalam acara tersebut Kepala Desa Limbangan “ibu Munjiyah”. Sementara RT 01 RW 05 mengadakan acara malam tasyakuran ini setingkat RT di depan poskamling RT 01 RW 05 dengan 8 nasi tumpeng yang masing-masing tumpeng terdapat tujuh belas bendera merah putih. Lebih menarik didusun tercel RW 06, dalam acara malam tasyakuran ini, para pemuda dan remaja menyajikan drama kisah persiapan proklamasi rengas dengklok. Dalam menyanyikan lagu Indonesia raya disetting tak terpisah dari kisah drama tersebut, seakan semua warga mengalami dan merasakan kejadian tersebut.

    Malam tasyakuran Warga RW 02

Tiga lokasi tersebut hanya sepenggal cerita tentang semangat warga desa Limbangan dalam menyambut datangnya hari kemerdekaan bangsa dan negara mereka. Masih banyak kegiatan yang panjang untuk ditulis dan diceritakan.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan